25/07/2018

08/01/2017

UAS MARKETING

UAS MARKETING
(1) Jelaskan pengertian saluran distribusi dan strategi distribusi intensif, ekslusif, selektif beserta kelebihan dan kekurangannya!
1.      Strategi Distribusi Intensif
Distribusi intensif adalah strategi distribusi yang menempatkan produk dagangannya pada banyak retailer atau pengecer serta distributor di berbagai tempat. Tehnik ini sangat cocok digunakan untuk produk atau barang kebutuhan pokok sehari-hari yang memiliki permintaan dan tingkat konsumsi yang tinggi. Contoh seperti sembako, rokok, sikat gigi, odol, sabun, deterjen, dan lain sebagainya.
Kelebihan          : Lebih Optimal dalam memasarkan produk, karena memperluas jalur distribusi dalam memasarkan produk
Kekurangan    : sulitnya mengendalikan harga jual, sehingga membuat produk semakin mahal bagi konsumen akhir
2.      Strategi Distribusi Selektif

    Distribusi selektif adalah suatu metode distribusi yang menyalurkan produk barang atau jasa pada daerah pemasaran tertentu dengan memilih beberapa distributor atau pengecer saja pada suatu daerah. Di antara distributor atau pengecer akan terdapat suatu persaingan untuk merebut konsumen dengan cara, teknik dan strategi masing-masing. Contoh saluran distribusi selektif adalah produk elektronik, produk kendaraan bermotor, sepeda, pakaian, buku, dan lain sebagainya.
  Kelebihan                   : Penentuan Target Pasar yang optimal
  Kekurangan            : Perputaran Produk cenderung lambat, Karena berfokus pada suatu Daerah

3.      Strategi Distribusi Eksklusif
   Distribusi eksklusif adalah memberikan hak distribusi suatu produk pada satu dua distributor atau pengecer saja pada suatu area daerah. barang atau jasa yang ditawarkan oleh jenis distribusi eksklusif adalah barang-barang dengan kualitas dan harga yang tinggi dengan jumlah konsumen yang terbatas. Contoh distribusi ekslusif adalah seperti showroom mobil, factory outlet, restoran waralaba, produk mlm / multi level marketing / pasif income, mini market, supermarket, hipermarket, dan lain-lain.
      Kelebihan      :  Penentuan Target Pasar yang optimal 
    Kekurangan  : Sulitnya pengawasan terkait Standar kualitas barang maupun harga yang ditawarkan.

(2)   Jelaskan hambatan/risiko dalam persaingan global serta kelebihan dan kekurangan Indonesia dalam menghadapinya! 
                 Risiko dalam persaingan Global yang akan dialami para perusahaan diantaranya :
·         Risiko Pemasaran
Kondisi perekonomian dunia dapat mempunyai pengaruh terhadap kinerja dan keuntungan Perseroan, dan juga dapat mengurangi permintaan untuk produk otomotif, yang pada gilirannya akan menyebabkan berkurangnya permintaan pabrik-pabrik ban untuk produk Perseroan.
·         Risiko Persaingan
Pasar global untuk produk kain ban saat ini menjadi semakin kompetitif dan dinamis. Penurunan atau kenaikan harga jual dapat berdampak pada margin keuntungan Perseroan. Untuk meminimalisasi risiko tersebut, Perseroan berupaya menjaga hubungan baik dengan customer, menjaga performa Perseroan yang baik dengan mengirim produk-produk berkualitas tinggi dan memberikan pelayanan prima secara konsisten.
·         Risiko Pemasukan Bahan Baku
Perseroan mengimpor sebagian besar dari bahan baku utamanya. Dengan demikian fluktuasi harga produk tunduk pada faktor tingkat permintaan dan kesediaan barang baku di pasar global. Perseroan mengurangi risiko fluktuasi harga dan kelangkaan pasokan melalui pemantauan dinamika pasar secara konstan.
·         Risiko Kurs
     Mata uang fungsional Perseroan adalah USD dan eksposur mata uang asing timbul dari transaksi yang didenominasi dalam Rupiah terutama karena penjualan domestik, gaji karyawan, pembayaran utility dan beban administrasi. Namun eksposur ini sebagian dieliminasi dengan cara penyesuaian antara biaya pengeluaran dan pendapatan yang dilakukan dalam mata uang yang sama (lindung nilai alami). Selain itu Perseroan juga telah menerapkan proses lindung nilai operasional untuk menghindari resiko kurs ini.

Kelebihan Indonesia dalam Pasar Global :
         Indonesia memiliki corak kesenian dan kebudayaan yang sangat tinggi pada setiap produk yang dihasilkan, yang membuat produk yang dihasilkan dapat bersaing di mancanegera. Salah satunya perkembangan industry ekonomi kreatif yang diprogramkan pemerintah dalam menunjang perekonomian Indonesia, terutama pada Perusahaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM)
Kekurangan Indonesia dalam Pasar Global :
Kekurangan Indonesia dalam Pasar Global yaitu permasalahan daya saing dalam pemasaran Harga Produk, yang secara tidak langsung disebabkan Risiko Kurs atau Nilai Mata Uang yang membuat nilai produksi barang semakin tinggi sedangkan Harga Jual harus dioptimalkan untuk meningkatkan permintaan barang.

.(3)   Apakah perbedaan antara bauran promosi dan bauran pemasaran? Jelaskan dengan faktor-faktornya ! Serta bagaimana cara menentukan anggarannya? 
·         Perbedaan Bauran Pemasaran dan Bauran Promosi
Bauran Pemasaran , merupakan tahapan untuk mencapai target market dan positioning yang tepat untuk produk yang kita hasilkan. Dengan melakukan bauran pemasaran, kita dapat menganalisa target market yang sesuai dengan pembeli yang potensial. Selain itu, mengingat salah satu komponen bauran pemasaran yaitu promosi memegang peranan yang sangat penting bauran pemarasan juga harus dipertimbangkan dalam menyusun strategi pemasaran. Sedangkan Bauran Promosi meliputi kegiatan, pengiklanan, sales promotion, public relation dan personal selling.
Kombinasi antara bauran promosi dan bauran pemasaran yang tepat sangat penting untuk mencapai tujuan perusahaan yang telah ditetapkan. Contoh, perusahaan manufaktur yang menjual produknya melalui saluran distribusi pedagang besar memiliki bauran promosi yang tidak sama dengan perusahaan yang menjual produknya secara eceran atau langsung ke konsumen.
Strategi ini memerlukan pendekatan yang berbeda yaitu apakah perusahaan harus mendorong produknya melalui saluran distribusi (Push Strategy) atau melakukan promosi sehingga dapat memotivasi konsumen untuk membeli produk tersebut (Pull Strategy). Pendekatan ini lebih banyak menciptakan permintaan dan daya Tarik konsumen terhadap produk yang ditawarkan.
·         Faktor-Faktor dalam menentukan Bauran Pemasaran :
1.      Kegiatan yang berkaitan dengan Produk
Pembuatan suatu produk bisa sangat sederhana atau bisa sangat kompleks dan sulit. Contohnya Standar Kelayakan pada produk helm yang harus berlisensi Standar Nasional Indonesia (SNI).
2.      Keputusan Penentuan Harga
Kebijakan Penentuan harga harus diputuskan jauh sebelum produk tersebut dilucurkan. Tujuannya adalah untuk mengetahui apakah perusahaan dapat mengeluarkan uang untuk produk yang mereka gunakan.
3.      Kegiatan Distribusi
Kegiatan distribusi ini sangat bervariasi, tergantung pada jenis produk, jenis industry, posisi pasar dan lainnya. Perusahaan yang baru mulai akan sangat sulit memasarkan produknya untuk dapat diterima oleh para agen penjualan atau para pengecer. Hal ini akan menyebabkan besarnya biaya pemsaran dalam saluran distribusi.
4.      Kegiatan Promosi
Kegiatan Promosi harus ditentukan secara strategis sehingga upaya dan biaya yang dikeluarkan dapat sesuai dengan hasil yang diperoleh. Untuk produk berkaitan dengan pengetahuan baru, misalnya peluncuran software baru, memerlukan armada penjualan yang telah dilatih atau pembentukan tim pelatihan untuk konsumen.
·         Menentukan Anggaran
Anggaran permasaran merupakan perkiraan berapa besar biaya yang harus dikeluarkan sehubungan dengan perencanaan pemasaran maupun perencanaan periklanan, dan kita harus memahami karakteristik anggaran yang harus dimiliki perusahaan, untuk mengetahui secara detail dalam menyusun anggaran. Contoh :
1.      Analasis segment pasar, bagaimana caranya peningkatan biaya seiring dengan pendapatan yang diharapakan, salah satunya dengan analisis segment pasar untuk menentukan biaya apa saja yang harus ditekankan, salah satunya diskon bagi pembeli, dan pemasaran.
2.      Analisis Trend Penjualan, Penyusunan Anggaran selain berkaitan dengan biaya, Anggaran juga perlu untuk menentukan target marketing dan berapa banyak barang yang harusnya diproduksi untuk memenuhi permintaan produk dan untuk meminimalisir pembelian persediaan terlalu banyak. Contoh : Perusahaan Helm memanfaatkan produksi besar-besar menjelang hari raya untuk menekan biaya tetap sehingga dapat mengoptimalkan penjualan.

(4)   Jelaskan seberapa penting peranan budaya dalam pemasaran global? Dan bagaimana mengatasi etnosentris dalam multikulturalisme pemasaran global!
  
Dalam Propektif pemasaran Global, Etnosentris dapat memberikan pengaruh yang signifikan terhadap penyerapan produk dan jasa dari luar.Perbedaan budaya di dalam pasar global menyebabkan usaha menjalin hubungan menjadi penting sekali. Belajar dan menyesuaikan diri dengan berbagam cara berbisnis membutuhkan waktu. Contoh : Stern Organization, perusahaan broker investasi real-estate di New York yang telah menjual lebih dari dua juta kaki persegi. Salah Seorang Broker Stern dapat bertemu dengan calon investor sebanyak enam kali tanpa harus mempersentasikan property. Itu merupakan gaya penjualan yang berjalan dengan baik, khususnya pada Orang Jepang.
Dalam mengatasi etnosentrisme  atau kebiasaan setiap kelompok untuk menganggap   kebudayaan kelompoknya sebagai kebudayaan yang paling baik. Salah satunya dengan meningkatkan Inovasi dan kualitas Produk di Pasar Global agar Branding yang dibuat dapat bersaing dalam pasar global, hal ini tidak lepas dari pengawasan pemerintah dalam mendukung perusahaan UMKM agar dapat terus bersaing pada pasal global ini, seperti Kemudahan dalam pengurusan Kredit dalam menunjang pendanaan kegiatan operasional perusahaan.

 (5)   Pemasaran online terdiri dari online marketplace (tokopedia, bukalapak dll), online retail (lazada, blibli dll) serta classified ads (kaskus, rumah123 dll). Jelaskan dengan singkat bagaimana masing-masing jenis tersebut dapat terkena pajak? 
http://www.pajak.go.id/content/article/menelusur-pajak-atas-transaksi-e-commerce

        Online Marketing, Online Retail dan Classified Ads, terkait dengan pengenaan pajak yaitu berkaitan dengan Kebijakan fiskal merujuk pada kebijakan yang dibuat pemerintah untuk mengarahkan ekonomi suatu negara melalui pengeluaran dan pendapatan (berupa pajak) pemerintah. instrumen utama kebijakan fiskal adalah pengeluaran dan pajak. Perubahan tingkat dan komposisi pajak dan pengeluaran pemerintah dapat memengaruhi variabel-variabel berikut:
a.       Permintaan agregat dan tingkat aktivitas ekonomi
b.      Pola persebaran sumber daya
c.       Distribusi pendapatan
          Pemerintah menjalankan kebijakan fiskal adalah dengan maksud untuk mempengaruhi jalannya perekonomian atau dengan perkataan lain, dengan kebijakan fiskal pemerintah berusaha mengarahkan jalannya perekonomian menuju keadaan yang diinginkannya.
    Pelaku bisnis di bidang e-commerce mempunyai hak dan kewajiban yang sama dengan pelaku bisnis yang lain. Tidak ada perlakuan khusus atau pengenaan pajak baru terhadap transaksi e-commerce. Seperti di negara Jepang penegenaan pajak dapt berjalan efektif apabila terjalin kerjasama yang baik antara berbagai institusi baik pemerintah maupun swasta.
Jika kita melihat kesuksesan tim e-commerce PROTECT Jepang ada beberapa hal yang perlu digaris bawahi yaitu adanya supplay data dari pihak ketiga yang dapat dijadikan bank data untuk memonitor kepatuhan wajib pajak pelaku e-commerce. Data pihak ketiga ini sangat vital untuk melakukan penggalian potensi pajak. Hal ini juga sudah disadari oleh Ditjen Pajak tentang penting bank data dari wajib pajak.
Tetapi dalam implementasinya untuk memperoleh data dari pihak ketiga tidaklah mudah karena menyangkut kerahasian pihak-pihak tertentu. Padahal secara aturan jelas mewajibkan bagi pihak ketiga untuk memberikan data terkait transaksi atau kegiatan lain yang berguna bagi Ditjen Pajak dalam rangka mengamankan Penerimaan negara.

Selain itu dukungan teknologi informasi yang memadai sangat dibutuhkan Ditjen Pajak untuk menelusuri transaksi keuangan dari wajib pajak pelaku e-commerce, mengingat kesulitan dari transaksi ini adalah semua bukti dilakukan secara elektronik.
Tinjauan atas Pajak Penghasilan
Subjek Pajak akan dikenakan pajak apabila menerima atau memperoleh penghasilan. Dasar hukum Pajak Penghasilan adalah Undang-Undang No. 7 tahun 1984 tentang Pajak Penghasilan (PPh) sebagaimana telah dirubah dengan UndangUndang Nomor 36 Tahun 2008. Undang-Undang ini mengatur pengenaan pajak terhadap subjek pajak berkenaan dengan penghasilan yang diterima atau diperolehnya dalam tahun pajak (Mardiasmo, 2011).
Mardiasmo (2011), lebih lanjut, mengatakan bahwa terdapat tiga asas pemungutan pajak, yaitu (1) asas domisili atau asas tempat tinggal, dimana negara berhak mengenakan pajak atas seluruh penghasilan wajib pajak yang bertempat tinggal di wilayahnya, baik penghasilan yang berasal dari dalam maupun luar negeri, dan asas ini berlaku untuk wajib pajak dalam negeri; (2) asas sumber, dimana negara berhak mengenakan pajak atas penghasilan yang bersumber di wilayahnya tanpa memperhatikan tempat tinggal wajib pajak; (3) asas kebangsaan, dimana pengenaan pajak dihubungkan dengan kebangsaan suatu negara.
Negara-negara OECD telah sepakat bahwa pemungutan pajak penghasilan atas transaksi e-commerce yang memiliki BUT akan menggunakan asas sumber, jika tidak memiliki BUT maka akan digunakan asas domisili (Fletshcer, 2000).
Implikasi pajak untuk e-commerce akan timbul apabila penyewa atas space di Internet Service Provider atau penyedia jasa internet adalah perusahaan yang berdomisili di luar negeri (Budilaksono, 2011). Hadirnya perusahaan luar negeri melalui sebuah situs web menimbulkan pertanyaan apakah perusahaan tersebut merupakan BUT. Sesuai dengan Pasal 2 ayat 5 UU PPh, kegiatan tersebut tidak menimbulkan BUT. Apabila kegiatan tersebut memberikan jasa melalui website-nya, maka perusahaan dapat dikenakan PPh Pasal 26, dengan asumsi bahwa perusahaan tersebut tidak memiliki Perjanjian Pajak Berganda dengan Indonesia (P3B). Apabila perusahaan memiliki sebuah server, lebih lanjut, maka server tersebut akan menimbulkan BUT dengan syarat server tersebut memiliki lokasi yang tetap dan pasti, sehingga dapat dikenakan Pajak Penghasilan (OECD, 2000 dalam Budilaksono, 2011)


Tinjauan atas Pajak Pertambahan Nilai
Pajak Pertambahan Nilai (PPN) adalah pajak yang dikenakan terhadap penyerahan atas impor Barang Kena Pajak atau Jasa Kena Pajak yang dilakukan oleh Pengusaha Kena Pajak, dan dapat dikenakan berkali-kali setiap ada pertambahan nilai dan dapat dikreditkan. Dasar hukum PPN adalah UndangUndang No. 8 Tahun 1983 Tentang Pajak Pertambahan Nilai dan atau Penjualan atas Barang Mewah sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang No. 42 Tahun 2009.
Seperti yang tertera dalam Pasal 11 Ayat 1 Undang-Undang No. 8 Tahun 1983 sebagaimana yang telah diubah dalam Undang-Undang No. 42 Tahun 2009, terutangnya pajak terjadi pada saat (a) penyerahan Barang Kena Pajak; (b) impor Barang Kena Pajak; (c) penyerahan Jasa Kena Pajak; (d) pemanfaatan Barang Kena Pajak Tidak Berwujud dari Luar Daerah Pabean; (e) pemanfaatan Jasa Kena Pajak dari Luar Daerah Pabean; (f) ekspor Barang Kena Pajak Berwujud; (g) ekspor Barang Kena Pajak Tidak Berwujud; dan (h) ekspor Jasa Kena Pajak

Winardi (2006) menyebutkan, sesuai dengan OECD Characterization, terdapat 28 jenis transaksi e-commerce yang dapat dilakukan melalui website dan dikenakan Pajak Pertambahan Nilai, di antaranya adalah (1) Proses order elektronik atas barang tidak berwujud; (2) Pemesanan elektronik dan download atas produk digital; (3) Pemesanan elektronik dan download atas produk digitaluntuk tujuan eksploitasi komersial atas hak cipta; (4) Kegiatan update dan penambahan kelengkapan atas suatu software; (5) Pemberian izin secara cumacuma untuk memanfaatkan suatu software dalam jangka waktu tertentu; (6) Transaksi dimana pembeli mendapatkan hak hanya sekali untuk memakai software atau produk digital lain; (7) Hak untuk menempatkan software dan bantuan teknik; (8) Perjanjian dengan provider pemilik hak cipta untuk mengakses suatu software; (9) Transaksi ASP; (10) Biaya lisensi atas ASP; (11) Pemberian tempat pada server untuk ditempati website; (12) Pemeliharaan software; (13) Jasa pemanfaatan space untuk menyimpan database (14) Bantuan teknik yang dilakukan secara online; (15) Penyerahan informasi kepada pelanggan; (16) Penyerahan produk dalam bentuk informasi beserta tambahan analisis data pelanggan; (17) Transaksi pembayaran atas fee iklan yang muncul; (18) Konsultasi jasa profesional; (19) Informasi teknis yang rahasia; (20) informasi yang dikirim ke pelanggan; (21) Akses terhadap website tertentu; (22) Penempatan katalog oleh merchant secara online; (23) Online auction; (24) Sales referral program; (25) Transaksi pembelian konten; (26) Streaming berbasis penyiaran; (27) Pembayaran yang dilakukan Content Provider kepada operator website agar content-nya di-display pada website; dan (28) Langganan ke situs web yang memungkinkan download produk digital

(6)   Bagaimana cara atau strategi marketing untuk UMKM yang baru berkembang ! (Penjelasan dengan contoh dan penerapan langsung atau dengan memberitahukan strategi tsb pada bisnis real UMKM akan mendapat poin penuh!

      Strategi Marketing bagi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang baru berkembang diantaranya :
    1. Branding Strategy
         Merek yang melabeli sebuah produk dan sebagai wakil dari sesuatu yang dipasarkan menjadi  penanda bagi sebuah produk sekaligus pembeda dengan produk-produk lainnya. Merek sendiri berfungsi sebagai value indicator yaitu menggambarkan seberapa kokoh value atau nilai yang  ditawarkan kepada pelanggan. Jadi, merek menggambarkan nilai yang ditawarkan dan mempunyai peranan penting bagi konsumen dalam menetapkan pilihannya.
    2. Promosi
     Promosi merupakan strategi yang paling efektif dalam meningkatkan permintaan terhadap barang dan atau jasa.Promosi akan berdampak positif bagi peningkatan omzet usaha terutama bagi UMKM yang baru berkembang. Contoh Diskon Harga Jual pada event tertentu, Menjadi Sponsor, Buy 1 Get 1,dan lainya
    
    3. Iklan
         Seiring Perkembangan zaman, biaya pemasangan iklan semakin murah dan efektif dalam manjalin komunikasi dengan konsumen. Salah satunya Media Sosial,kita dapat menginformasikan apa saja yang akan kita jual dan dapat terintregasi dengan mudah dengan banyak fitur-fitur yang disediakan pada berbagai media sosial bagaimana minat calon konsumen terhadap. Contoh ; Instagram,Twitter, Blog, dan lainnya.  


      
Berikut Contoh Penerapan Strategi Pemasaran pada UMKM  : 
     
    Paramon Barbershop, Merupakan Usaha Jasa Cukur yang memulai usahanya pada awal tahun 2017 yang berlokasi pada jalan Ruko Buana Permai, Jl. Kyai H. Hasyim Ashari, Cipondoh, Tangerang City, Banten 15148, dan memiliki Jam Operasional :
 Senin s/d Kamis Pukul 10.00 s/d 22.00, Khusus hari Juma't Pukul 14.00 s/d 22.00 dan untuk hari Sabtu & Mingu Pukul 10.00 s/d 22.00.

Strategi Pemasaran yang dilakukan Paramon Barbershop diantaranyaa : 

- Promo Harga Khusus Jasa Cukur + Cuci Rambut

- Tema Pangkas Rambut Modern
- Penukaran 10 Voucher dengan Gratis 1 kali Pangkas Rambut

Berikut Profil Singkat Usaha Paramon  Barbershop :


Lokasi Usaha
               


Promo Harga Murah Jasa Cukur + Cuci Rambut


Promosi 10 Voucher Gratis Jasa Cukur 

DAFTAR PUSTAKA
Freddy Rangkuti (2002),  Creating Effective Marketing Plan, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta
Link Akses Google Book : https://books.google.co.id/books?id=goOQit6XzZwC&printsec=frontcover#v=onepage&q&f=false

Eviera Maharani Utomo , Transaksi E-Commerce Sebagai Potensi Penerimaan Pajak Di Indonesia
Sumber Website:

https://id.wikipedia.org/wiki/Kebijakan_fiskal

http://ejournal.unesa.ac.id/article/8927/57/article.pdf 


http://gratisebook.id/chz_uploads/ba/bagaimana-perlakuan-pajak-dari-transaksi-e-commerce-di-2016-11-25-20-01-27.pdf

http://www.pajak.go.id/content/article/menelusur-pajak-atas-transaksi-e-commerce

https://communicationista.wordpress.com/2009/07/03/branding-strategy/

http://bisnisukm.com/cara-memasarkan-produk-baru-agar-cepat-laku.html

http://ahlimanajemenpemasaran.com/2013/08/strategi-pemasaran-sepeda-motor-honda/

04/12/2016

Biaya BUT : yang tidak dan boleh dikurangkan (Repost)

Biaya BUT : yang tidak dan boleh dikurangkan Dalam menghitung penghasilan neto, BUT boleh mengurangkan biaya administrasi yang dikeluarkan oleh kantor pusat yang dibebankan kepada BUT. Biaya administrasi tersebut dapat dibebankan jika memenuhi persyaratan sesuai KEP-62/PJ/1995, yaitu:
1. Biaya administrasi yang dikeluarkan kantor pusat berkaitan  dan dalam rangka untuk menunjang usaha atau kegiatan BUT yang bersangkutan untuk mendapatkan, menagih, dan memelihara (3M) penghasilan.
2. Biaya administrasi yang dikeluarkan kantor pusat setinggi-tingginya adalah sebanding dengan besaran peredaran usaha atau kegiatan BUT di Indonesia terhadap seluruh peredaran usaha atau kegiatan perusahaan di seluruh dunia.
3. BUT di Indonesia wajib  menyampaikan laporan keuangan konsolidasi atau kombinasi dari kantor pusat yang meliputi seluruh usaha atau kegiatan perusahaan di seluruh dunia sebagai lampiran SPT PPh badan tahun pajak bersangkutan.
4. Laporan keuangan konsolidasi atau kombinasi harus sudah diaudit oleh akuntan publik dan mengungkapkan rincian peredaran usaha atau kegitan perusahaan serta jenis dan besaran biaya administrasi yang dibebankan pada masingmasing BUT di tiap Negara.

Selain beban administrasi yang dikeluarkan kantor pusat yang dibebankan kepada BUT, karena perlakuan perpajakan BUT dipersamakan dengan Wajib pajak dalam negeri (WP DN) maka biaya yang boleh dikurangkan WP DN sesuai pasal 6 UU PPh juga boleh dikurangkan dalam penghasilan bruto BUT. Sebaliknya biaya-biaya yang tidak boleh dikurangkan WP DN sesuai pasal 9 UU PPh juga tidak boleh dikurangkan dalam penghasilan bruto BUT. Disamping biaya tersebut bagi BUT ada biaya lain yang tidak boleh dikurangkan, yaitu biaya yang dibayarkan oleh BUT kepada kantor pusatnya sesuai pasal 5 ayat 3 UU PPh, antara lain:

1. Royalty atau imbalan lainya sehubungan dengan penggunaan harta, paten, atau hak-hak lainnya.
2. Imbalan sehubungan dengan jasa manajemen atau jasa lainnya.
3. Bunga, kecuali bunga yang berkenaan dengan usaha perbankan.

Sumber:
http://pajak-moell.blogspot.co.id/2012/11/biaya-but-boleh-dikurangkan.html

01/11/2016

Manajemen Pemasaran

Yusuf Hilmi
8335155016
UTS Manajemen Pemasaran
==================================================================
1.      Apakah yang dimaksud pemasaran? Jelaskan beserta perubahan teori dan konsep pemasaran!
Jawab :
·         Definisi Pemasaran
Pemasaran (marketing) adalah suatu aktivitas yang bertujuan mencapai sasaran perusahaan, dilakukan dengan cara mengantisipasi kebutuhan pelanggan atau klien serta mengarahkan aliran barang dan jasa yang memenuhi kebutuhan pelanggan atau klien dari produsen.
·         Perubahan teori dalam pemasaran
Dari masa revolusi industri hingga tahun 1920-an, kebanyakan perusahaan berada dala era produksi. Era produksi merupakan suatu waktu ketika sebuah perusahaan berfokus pada produksi beberapa produk spesifik.sekitar tahun 1930, kebanyakan perusahaan di negara-negara industri barat telah memiliki kapabilitas produksi yang lebih besar dibandingkan semebelumnya. Namun seiring peningkatan produksi yang semakin banyak, timbul permasalahan kompetisi dan membangun ikatan kepada pelanggan. Masalah ini membuat banyak perusahaan memasuki era penjualan.Era penjualan merupakan suatu waktu ketika sebuah perusahaan lebih menekankan penjualan dikarenakan meningkatnya kompetisi.
sejak tahun 1960, kebanyaka perusahaan telah membangun cara pandang bidang pemasaran.Era Perusahaan Pemasaran adalah suatu waktu ketika, selain membuat perencanaan jangka pendek, orang-orang pemasaran menyusun rencana jangka panjang-terkadang lima tahun atau lebih ke depan dan seluru upaya berdasarkan konsep pemasaran.

 ·         Konsep Pemasaran



terdiri dari tiga dasar yang mencakup :


a.       Kepuasan Pelanggan memandu keseluruhan system


“berikan pelanggan hal yang mereka butuhkan” tampaknya terlalu jelas hingga sulit bagi kita untuk membayangkan mengapa konsep pemasaran membutuhkan perhatian khusus, Namun, manusia tidak selalu melakukan hal yang logis, khususnya jika hal tersebut berarti mengubah apa yang telah mereka lakukan sejak masa lalu.


b.      Upaya Total Perusahaan


Upaya Total yang dilakukan perusahaan diantaranya: (1) Pengembangan produk baru, namun banyak factor dapat memberi dampak terhadap keberhasilan upaya tersebut.(2)Basis data pelanggan, merupakan variasi pendekatan pengelompokan didasari metode hubungan pelanggan dengan manajemen (Customer Relationship Management-CRM).perusahaan dapat menajamkan upaya pemasaran melalui informasi dari suatu basis data pelanggan yang detail.(3) Distribusi yang selektif kepada saluran anggota distributor yang agresif


c.       Keuntungan-Bukan Hanya Penjualan sebagai Sasaran


Seringkali dampak keuntungan signifikan dari hubungan yang akrab antara pemasok dan perusahaan pelanggan.banyak perusahaan mengurangi jumlah pemasok dengan siapa mereka bekerja dengan harapan yang lebih besar sebagai ganti dari pemasok yang tersisa.hal tersebut merupakan dampak positif kerjasama dalam bentuk kemitraan.



2.   Jelaskan bagaimana konsep pemasaran di perusahaan tempat Anda bekerja
      (jika belum bekerja tempatnya adalah di kampus)!

Saya merupakan karyawan yang bekerja di salah satu perusahaan property terbesar di Indonesia, dan produk utama kami yaitu menjual berbagai macam bentuk property, strategi pemasaran yang diterapkan pada perusahaan saya bekerja, yaitu seperti dasar konsep pemasaran terkait “Upaya Total Perusahaan”, perusahaan melakukan upaya yang maksimal dalam memasarkan produknya dengan berbagai cara diantaranya :

a.       Menjalin hubungan baik dengan relasi-relasi marketing di bebagai wilayah untuk memaksimalkan pemasarannya

b.      Mengadakan berbagai macam program jaminan terkait kualitas maupun investasi yang menjanjikan kedepannya

c.       Mengadakan Program Komisi atas Penjualan baik untuk agent marketing maupun kepada pihak konsumen yang mampu mendapatkan konsumen lain untuk membeli property yang kami jual.

d.       Menjalin hubungan baik dengan mendata setiap pelanggan secara khusus.

3.      Apa yang dimaksud dengan strategi pemasaran! Jelaskan bagaimana strategi pemasaran motor Honda (Vario New) serta Buku Matematika terbitan Erlangga!

·         Definisi Strategi Pemasaran

Strategi pemasaran menyeluruh perusahaan tercermin dalam rencana strategi pemasaran perusahaan (Corporate Marketing Plan) yang disusun. Rencana strategi pemasaran perusahaan adalah suatu rencana pemasaran jangka panjang yang bersifat menyeluruh dan strategis, yang merumuskan berbagai strategi dan program pokok dibidang pemasaran perusahaan pada suatu jangka waktu tertentu dalam jangka panjang dimasa depan.

Ciri penting rencana strategis pemasaran perusahaan ini adalah sebagai berikut:

a.       Titik-tolak penyusunannya melihat perusahaan secara keseluruhan

b.      Diusahakan dampak kegiatan yang direncanakan bersifat menyeluruh

c.       Dalam penyusunannya diusahakan untuk memahami kekuatan yang mempengaruhi perkembangan perusahaan

d.      Jadual waktu/timing yang ditentukan adalah yang sesuai dan mempertimbangkan fleksibilitas dalam menghadapi perubahan, dan

e.       Penyusunan rencana dilakukan secara realistis dan relevan dengan lingkungan yang dihadapi.

·         Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Strategi Pemasaran Perusahaan

Adapun faktor-faktor yang dapat mempengaruhi strategi pemasaran pada suatu perusahaan adalah

 1. Lingkungan mikro perusahaan Lingkungan mikro perusahaan terdiri dari para pelaku dalam lingkungan yang langsung berkaitan dengan perusahaan yang mempengaruhi kemampuannya untuk melayani pasar, yaitu: (1)Perusahaan (2)Pemasok (Supplier) (3)Para Perantara Pemasaran (4)Para Pelanggan (5)Para Pesaing (6)Masyarakat Umum

2. Lingkungan Makro Lingkungan makro terdiri dari kekuatan-kekuatan yang bersifat kemasyarakatan yang lebih besar dan mempengaruhi semua pelaku dalam lingkungan mikro dalam perusahaan, yaitu:

(1) Lingkungan Demografis/Kependudukan (2) Lingkungan Ekonomi (harga barang)(3) Lingkungan Fisik (Lingkungan fisik menunjukkan kelangkaan bahan mentah tertentu yang dibutuhkan oleh perusahaan) (4) Lingkungan Teknologi (Media Sosial) (5) Lingkungan sosial/budaya Lingkungan.

·         Strategi Pemasaran Motor Vario (New)

Strategi pemasaran yang dilakuakan perusahaan Honda dalam strategi pemasaran produk Vario New/ Honda Vario 150 Cc dengan “Pengembangan Produk”, yaitu dengan menambahkan beberapa keunggulan produk dibandingkan produk terdahulunya diantaranya :

1.      Vario 150 menggunakan dimensi panjang 1.921 milimeter, lebar 683 mm, dan tinggi 1.096 mm dengan kapasitas tangki bensin dan bobot kosong 109 kilogram.Vario 150 menggunakan ban jenis tubeless berukuran 80/90-R14 di bagian depan dan 90/90-R14 di bagian belakang.

2.      Mesin 150 cc yang digunakan Vario 150 cukup responsif. Tenaga sebesar 9,3 kW pada 8.500 RPM dan torsi 12,8 Nm pada 5.000 RPM yang dimiliki mesin tersebut sehingga terasa sangat bertenaga pada putaran bawahnya.

3.      Lampu depan menggunakan model Dual Keen Eyes LED yang memiliki intensitas cahaya lebih terang, pemakaian daya listrik yang lebih hemat serta memilliki daya tahan lebih lama.

4.      Dilengkapi fitur Answer Back System, serta fitur-fitur ciri khas skutik (scooter matic) Honda seperti standar samping otomatis (Side Stand Switch), Brake Lock, dan pengaman kunci bermagnet (Magnetic Key Shutter). Ruang penyimpanan bawah jok memiliki kapasitas 18 liter yang mampu menyimpan helm full face.

·         Strategi Pemasaran Buku Matematika Erlangga

Sama halnya dengan strategi pemasaran yang dilakukan Honda dalam menentukan Strategi pemasaran yang baik dengan Pengembangan Produk”, begitu juga dengan Buku-buku terbitan penerbit Erlangga, Penerbit Erlangga menentukan strategi pemasaran produknya dengan memasarkan bukunya berbasis online dengan mengikuti perkembangan dunia maya yang semakin baik, calon pembeli dapat mengakses website buku yang diminati melalui situs http://www.bukuerlangga.com , dan pengembangan produk yang dilakukan oleh penerbit erlangga dengan menerbitkan Buku-Buku khususnya matematika dengan mengikuti pendekatan Kurikulum-Kurikulum yang ditentukan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), seperti buku terbitan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) atau kurikulum 2006 dan mengembangkan produknya dengan Buku terbitan Kurikulum 2013.

4.      Jelaskan pengertian lingkungan pemasaran! Coba Anda paparkan strategi yang digunakan pabrik rokok dalam lingkungan pemasaran dimana mereka menjelaskan produk rokok tidak berbahaya?

·         Definisi Lingkungan Pemasaran

Lingkungan Pemasaran suatu Perusahaan dirumuskan Terdiri dari para pelaku dan kekuatan-kekuatan yang berasal dari fungsi manajemen pemasaran perusahaan yang mempengaruhi kemampuan manajemen pemasaran untuk mengembangkan dan mempertahankan transaksi yang sukses dengan para pelanggan sasarannya.


Lingkungan Pemasaran dibedakan :

1.      Lingkungan Mikro, terdiri dari para pelaku dalam lingkungan yang langsung berkaitan dengan perusahaan yang mempengaruhi kemampuannya untuk melayani pasar, yaitu, Perusahaan, Pelanggan, Pensuplai bahan baku, Pesaing, Para perantara, Anggota masyarakat.

2.      Lingkungan Makro, terdiri dari kekuatan-kekuatan yang bersifat kemasyarakatan yang lebih besar dan yang mempengaruhi semua pelaku dalam lingkungan mikro perusahaan,yaitu, Kependudukan (Demografi), teknologi (Media Sosial), Ekonomi (Fluktuasi Tingkat Inflasi dan pengaruhnya pada bahan baku), Politik dan hukum, Fisik (Bentuk Produk), Sosial/budaya (Trend).

·         Strategi Pabrik Rokok dalam Lingkungan Pemasaran

Pada Lingkungan Pemasaran Makro salah satu pengaruh ada sebuah permintaan yaitu Kekuatan, Sosial Budaya, atau trend yang terjadi dimasyarakat yang membuat ketertarikan pelanggan terhadap rokok menjadi semakin meningkat. Jika dikolerasikan apakah Pabrik Rokok memasarkan dan menerangkan rokok itu berbahaya atau tidak, sebenernya sesuai dengan kebijakan pemerintah hal tersebut sudah dilakukan, Namun dalam pemasaran produknya tidak secara eksplisit Perusahaan menerangkan bahwa produknya berbahaya bagi kesehatan. Jika dilihat dari Undang-Undang Pasal 32 undang-undang RI Nomor & Tahun 1996 Tentang Pangan yaitu:

1)      Setiap Label dan atau Iklan tentang pangan yang diperdagangkan harus memuat keterangan mengenai pangan dengan benar dan tidak menyesatkan

2)      Setiap Orang dilarang memberikan keterangan atau pernyataan tentang pangan yang diperdagangkan melali dalam dan atau dengan label atau iklan apabila keterangan atau pernyataan tersebut tidak benar dan atau menyesatkan

Berdasarkan Undang-undang diatas Perusahaan-Perusahaan rokok dengan benar menerangkan setiap kandungan yang ada didalamnya di produk yang akan dijual, hal ini juga diatur berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor  19  Tahun  2003 Tentang Pengamanan Rokok Bagi Kesehatan Pada Pasal 6 Mengenai Keterangan Pada Label :

(1)  Setiap orang yang memproduksi rokok wajib mencantumkan informasi tentang kandungan kadar nikotin dan tar setiap batang rokok, pada label dengan penempatan yang jelas dan mudah dibaca.

(2)  Pencantuman informasi tentang kandungan kadar nikotin dan tar sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) ditempatkan  pada salah satu sisi kecil setiap kemasan rokok, dibuat kotak dengan garis pinggir 1 (satu) mm, warna kontras antara warna dasar dan tulisan, ukuran tulisan sekurang-kurangnya 3 (tiga) mm, sehingga dapat jelas dibaca.

Berdasarkan peraturan-peraturan yang dikeluarkan pemerintah dan penerapan yang dilakukan perusahaan rokok, penulis menyimpulkan Lingkungan Pemasaran pada perusahaan Rokok terletak pada aspek “social” dan ditambah dengan zat addictive yang ada didalamnya yang membuat peruhasaan rokok dapat memasarkan produknya, karena berdasarkan kebijakan pemerintah penulis melihat bahwa berbagai perusahaan rokok menerapkan standar produk sesuai dengan peraturan-peraturan yang berlaku, terkait keterangan usia dan atau kondisi kesehatan bagi ibu hamil dalam larangan mengkonsumsi produk rokok tersebut, hal ini kembali lagi dari sudut pandang bagaimana setiap calon pembeli menilai produk rokok tersebut sebagai sebuah kebutuhan atau hanya sekedar refleksi dari aspek social seperti pergaulan, regulasi stress dan lainnya.





5.      Jelaskan yang dimaksud Perilaku Konsumen beserta pengaruhnya terhadap pemasaran! Jika Anda sebagai manajer pemasaran lini bawah PT Coca Cola, bagaimana Anda mengambil keputusan dalam hal membaca perilaku konsumen di tahun 2016!

·         Definisi Perilaku Konsumen

Menurut Engel, Blackwell dan Miniard (1990), Perilaku konsumen merupakan tindakan–tindakan yang terlibat secara langsung dalam memperoleh, mengkonsumsi, dan membuang suatu produk atau jasa, termasuk proses keputusan yang mendahului dan mengikuti tindakan – tindakan tersebut.

Sedangkan The American Marketing Association mendefinisikan perilaku konsumen sebagai interaksi dinamis dari pengaruh dan kesadaran, perilaku, dan lingkungan dimana manusia melakukan pertukaran aspek hidupnya. Dalam kata lain perilaku konsumen mengikutkan pikiran dan perasaan yang dialami manusia dan aksi yang dilakukan saat proses konsumsi (Peter & Olson, 2005).

·         Pengaruh Perilaku Konsumen terhadap Pemasaran

Tiga Faktor Yang Mempengaruhi Pilihan Konsumen



1)      Konsumen Individu  Pilihan merek dipengaruhi oleh ; (1). Kebutuhan konsumen, (2). Persepsi atas karakteristik merek, dan  (3). Sikap kearah pilihan. Sebagai tambahan, pilihan merek dipengaruhi oleh demografi konsumen, gaya hidup, dan karakteristik personalia.

2)      Pengaruh Lingkungan  Lingkungan pembelian konsumen ditunjukkan oleh (1). Budaya (Norma kemasyarakatan, pengaruh kedaerahan atau kesukuan), (2). Kelas sosial (keluasan grup sosial ekonomi atas harta milik konsumen), (3). Grup tata muka (teman, anggota keluarga, dan grup referensi) dan (4). Faktor menentukan yang situasional ( situasi dimana produk dibeli seperti keluarga yang menggunakan mobil dan kalangan usaha).

3)      Marketing strategy   Merupakan variabel dimana pemasar mengendalikan usahanya dalam memberitahu dan mempengaruhi konsumen. Variabel-variabelnya adalah (1). Barang, (2). Harga, (3). Periklanan dan (4). Distribusi yang mendorong konsumen dalam proses pengambilan keputusan. Pemasar harus mengumpulkan informasi dari konsumen untuk evaluasi kesempatan utama pemasaran dalam pengembangan pemasaran.

  Ketika konsumen telah mengambil keputusan kemudian evaluasi pembelian masa lalu, digambarkan sebagai umpan balik kepada konsumen individu. Selama evaluasi, konsumen akan belajar dari pengalaman dan pola pengumpulan informasi mungkin berubah, evaluasi merek, dan pemilihan merek. Pengalaman konsumsi secara langsung akan berpengaruh apakah konsumen akan membeli merek yang sama lagi.

·         Analisis Perilaku Konsumen Jika Penulis Sebagai Manajer Pemasaran PT Coca-Cola

Jika Penulis diposisikan sebagai Manajer Pemasaran PT Coca-Cola, Penulis akan menganalisa perilaku konsumen berdasarkan dari factor lingkungan dari setiap wilayah yang ingin dipasarkan, karena setiap wilayah memiliki trend permintaan yang berbeda, dan menentukan posisi penekanan pemasaran per wilayah berdasarkan historis data penjualan agar target penjualan terkait produk yang dipasarkan tercapai.

6.      Apakah yang dimaksud dengan penjualan produk secara B2B dan B2C, jelaskan dengan contohnya dalam kehidupan atau lingkungan Anda!

Business to business atau B2B adalah transaksi yang dilakukan secara elektronik maupun fisik dan terjadi antara entitas bisnis satu ke bisnis lainnya.atau B2B dapat digambarkan bagaimana proses perusahaan yang mengolah barang mentah ke perusahaan distributor.Kebalikan dari B2B, business to customer atau B2C adalah bisnis yang melakukan pelayanan atau penjualan barang atau jasa kepada konsumen perorangan atau grup secara langsung. Dengan kata lain, bisnis yang Anda lakukan berhubungan langsung dengan konsumen bukan perusahaan atau bisnis lainnya.

Contoh B2B dan B2C, yaitu :

·         Business to business (B2B )

Perusahaan Handphone Brand Luar seperti Apple, Samsung, Xiaomi dan lainya melakukan transaksi dengan distributor Indonesia seperti PT. Teletama Artha Mandiri, atau lebih dikenal oleh konsumen Handphone dengan garansi TAM.

·         Business to customer (B2C)

Proses transaksi Perusahaan Distributor langsung ke tangan konsumen, seperti transaksi penjualan yang dilakukan Perusahaan TAM kepada konsumen,

7.      Bagaimana tahapan pemasaran dan penetapan produk baru yang ideal? Jelaskan dengan contoh ketika Anda ingin memasarkan produk Pizza di economart / econoidot !

·         Lima Tahapan Utama dalam Riset Pemasaran

a.    Merumuskan Tujuan Riset

Perumusan tujuan riset sangat berkaitan dengan masalah atau peluang pemasaran. Contoh sederhana, seseorang yang sedang kesulitan keuangan untuk modal akan menumbuhkan peluang bagi orang yang ingin menanam modal.

Untuk mengeksplorasi masalah pemasaran yang menjadi objek riset, ada lima teknik eksplorasi yang dapat membantu, yakni:

1.      Brainstorming

2.      Ease Study

3.      Experience Interview

4.      Fishbone Technique

5.      Why-why Question

b.   Penentuan Desain Riset

Menurut Parasuraman, Aaker, W. Emory dan D. Cooper, serta Maholtra desain riset pemasaran terbagi tiga jenis yakni :

1)      Exploratory research design, melalui desain riset ini diharapkan kasus pemasaran yang (akan) dihadapi tersebut dapat didefinisikan atau dijelaskan lebih spesifik.

2)      Descriptive research design, bertujuan untuk memahami gambaran atau deskripsi kasus pemasaran secara mendetail, yang dapat mengacu pada jenis pertanyaan 5W+1H.

3)      Cause effect research design, bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan sebab-akibat dari variabel-variabel kasus pemasaran.

c.    Pengumpulan Data

1)      Untuk metode riset kualitatif,pengumpulan informasi dapat menggunakan FGD, in depth interview, projective technique, atau desk research.

2)      Untuk metode riset kuantitatif, pengumpulan data umumnya dilakukan perusahaan riset melalui wawancara tatap muka, telepon, surat, atau Internet.

d.   Analisis Data

Beberapa visualisasi diagram pemasaran untuk analisis data dan laporan riset pemasaran berdasarkan laporan data historis penjualan sebelumnya,dalam menetukan tingkat produk yang ingin dipasarkan

e.    Laporan Akhir Hasil Riset

1)      Menurut Wong Toon Quee (1999), tujuan utama dari laporan akhir riset pemasaran adalah menyampaikan hasil riset dan kesimpulan yang diperoleh, serta rekomendasi jika diperlukan dengan cara yang jelas dan ringkas.

2)      Bagi kalangan praktisi, laporan riset dapat dibuat dengan pendekatan laporan lengkap standar atau populer.

3)      Sedangkan bagi kalangan akademisi, laporan riset umumnya sudah memiliki format standar.

·         Analisa Pemasaran produk Pizza di Economart / Econodot di Kampus

Jika penulis ingin memasarkan Produk Pizza di Economart atau Econodot Penulis akan mencoba menganalisa Produk yang akan dijual berdasarkan lima tahapan diatas, dan menentukan segmentasi dan target penjualan berdasarkan rata-rata produk dengan range harga yang sama, dan menentukan harga jual berdasarkan penyesuaian produk bauran/ukuran dan topping untuk menekan biaya produksi.
8.      Jelaskan kasus pemasaran yang pernah anda ketahui di tahun 2016 !

    Kasus yang penulis ketahui di tahun 2016 yaitu produk Samsung Galaxy Note 7 yang ditarik kembali secara global dan Perusahaan Samsung berhenti memasarkan produknya karena kasus ponsel pintar tersebut yang memiliki permasalahan pada indicator baterai sehingga berpotensi membahayakan konsemun.

    Dari kasus diatas dapat terlihat bagaimana bentuk pelayanan dan tanggungjawab perusahaan terkait perlayanan terhadap konsumen untuk tetap mempertahankan hubungan baik dengan pelanggan, baik mengenai berita baik maupun berita buruk walaupun berdampak pada penjualan, namun dari sisi pemasaran langkah yang diambil merupakan langkah yang baik untuk mempertahankan hubungan yang baik kepada pelanggan yang setia dan percaya pada produk Samsung.


DAFTAR PUSTAKA

Pemasaran Dasar Pendekatan Manajerial Global, Buku 1, Edisi 16, Salemba Empat.
Arlina Nurbaity Lubis, 2004, Strategi Pemasaran Dalam Persaingan Bisnis
Acceses link Google Books :