25/07/2018
08/01/2017
UAS MARKETING
UAS MARKETING
(1) Jelaskan
pengertian saluran distribusi dan strategi distribusi intensif, ekslusif,
selektif beserta kelebihan dan kekurangannya!
1. Strategi
Distribusi Intensif
Distribusi
intensif adalah strategi distribusi yang menempatkan produk dagangannya pada
banyak retailer atau pengecer serta distributor di berbagai tempat. Tehnik ini
sangat cocok digunakan untuk produk atau barang kebutuhan pokok sehari-hari
yang memiliki permintaan dan tingkat konsumsi yang tinggi. Contoh seperti
sembako, rokok, sikat gigi, odol, sabun, deterjen, dan lain sebagainya.
Kelebihan : Lebih Optimal dalam memasarkan produk, karena memperluas jalur distribusi dalam memasarkan produk
Kelebihan : Lebih Optimal dalam memasarkan produk, karena memperluas jalur distribusi dalam memasarkan produk
Kekurangan : sulitnya
mengendalikan harga jual, sehingga membuat produk semakin mahal bagi konsumen
akhir
2. Strategi
Distribusi Selektif
Distribusi selektif adalah
suatu metode distribusi yang menyalurkan produk barang atau jasa pada daerah
pemasaran tertentu dengan memilih beberapa distributor atau pengecer saja pada
suatu daerah. Di antara distributor atau pengecer akan terdapat suatu
persaingan untuk merebut konsumen dengan cara, teknik dan strategi
masing-masing. Contoh saluran distribusi selektif adalah produk elektronik,
produk kendaraan bermotor, sepeda, pakaian, buku, dan lain sebagainya.
Kelebihan :
Penentuan Target Pasar yang optimal
Kekurangan
: Perputaran Produk cenderung lambat, Karena berfokus pada suatu Daerah
3. Strategi Distribusi Eksklusif
Distribusi eksklusif adalah
memberikan hak distribusi suatu produk pada satu dua distributor atau pengecer
saja pada suatu area daerah. barang atau jasa yang ditawarkan oleh jenis
distribusi eksklusif adalah barang-barang dengan kualitas dan harga yang tinggi
dengan jumlah konsumen yang terbatas. Contoh distribusi ekslusif adalah seperti
showroom mobil, factory outlet, restoran waralaba, produk mlm / multi level
marketing / pasif income, mini market, supermarket, hipermarket, dan lain-lain.
Kelebihan : Penentuan
Target Pasar yang optimal
Kekurangan : Sulitnya pengawasan terkait Standar
kualitas barang maupun harga yang ditawarkan.
(2) Jelaskan hambatan/risiko dalam persaingan global serta kelebihan dan kekurangan Indonesia dalam menghadapinya!
Risiko dalam persaingan Global yang akan dialami para perusahaan
diantaranya :
· Risiko
Pemasaran
Kondisi perekonomian dunia
dapat mempunyai pengaruh terhadap kinerja dan keuntungan Perseroan, dan juga
dapat mengurangi permintaan untuk produk otomotif, yang pada gilirannya akan
menyebabkan berkurangnya permintaan pabrik-pabrik ban untuk produk Perseroan.
· Risiko
Persaingan
Pasar global untuk produk
kain ban saat ini menjadi semakin kompetitif dan dinamis. Penurunan atau kenaikan
harga jual dapat berdampak pada margin keuntungan Perseroan. Untuk
meminimalisasi risiko tersebut, Perseroan berupaya menjaga hubungan baik dengan
customer, menjaga performa Perseroan yang baik dengan mengirim produk-produk
berkualitas tinggi dan memberikan pelayanan prima secara konsisten.
· Risiko
Pemasukan Bahan Baku
Perseroan mengimpor
sebagian besar dari bahan baku utamanya. Dengan demikian fluktuasi harga produk
tunduk pada faktor tingkat permintaan dan kesediaan barang baku di pasar global.
Perseroan mengurangi risiko fluktuasi harga dan kelangkaan pasokan melalui
pemantauan dinamika pasar secara konstan.
· Risiko Kurs
Mata uang fungsional Perseroan adalah USD
dan eksposur mata uang asing timbul dari transaksi yang didenominasi dalam
Rupiah terutama karena penjualan domestik, gaji karyawan, pembayaran utility
dan beban administrasi. Namun eksposur ini sebagian dieliminasi dengan cara
penyesuaian antara biaya pengeluaran dan pendapatan yang dilakukan dalam mata
uang yang sama (lindung nilai alami). Selain itu Perseroan juga telah
menerapkan proses lindung nilai operasional untuk menghindari resiko kurs ini.
Kelebihan Indonesia dalam Pasar Global :
Indonesia memiliki corak kesenian dan kebudayaan yang sangat
tinggi pada setiap produk yang dihasilkan, yang membuat produk yang dihasilkan
dapat bersaing di mancanegera. Salah satunya perkembangan industry ekonomi
kreatif yang diprogramkan pemerintah dalam menunjang perekonomian Indonesia,
terutama pada Perusahaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM)
Kekurangan Indonesia dalam Pasar Global :
Kekurangan Indonesia dalam
Pasar Global yaitu permasalahan daya saing dalam pemasaran Harga Produk, yang
secara tidak langsung disebabkan Risiko Kurs atau Nilai Mata Uang yang membuat
nilai produksi barang semakin tinggi sedangkan Harga Jual harus dioptimalkan
untuk meningkatkan permintaan barang..(3) Apakah perbedaan antara bauran promosi dan bauran pemasaran? Jelaskan dengan faktor-faktornya ! Serta bagaimana cara menentukan anggarannya?
·
Perbedaan
Bauran Pemasaran dan Bauran Promosi
Bauran Pemasaran , merupakan tahapan
untuk mencapai target market dan positioning yang tepat untuk produk yang kita
hasilkan. Dengan melakukan bauran pemasaran, kita dapat menganalisa target
market yang sesuai dengan pembeli yang potensial. Selain itu, mengingat salah
satu komponen bauran pemasaran yaitu promosi memegang peranan yang sangat
penting bauran pemarasan juga harus dipertimbangkan dalam menyusun strategi
pemasaran. Sedangkan Bauran Promosi meliputi kegiatan, pengiklanan, sales promotion, public relation dan personal selling.
Kombinasi antara bauran promosi dan
bauran pemasaran yang tepat sangat penting untuk mencapai tujuan perusahaan
yang telah ditetapkan. Contoh, perusahaan manufaktur yang menjual produknya
melalui saluran distribusi pedagang besar memiliki bauran promosi yang tidak
sama dengan perusahaan yang menjual produknya secara eceran atau langsung ke
konsumen.
Strategi ini memerlukan pendekatan yang
berbeda yaitu apakah perusahaan harus mendorong produknya melalui saluran
distribusi (Push Strategy) atau
melakukan promosi sehingga dapat memotivasi konsumen untuk membeli produk
tersebut (Pull Strategy). Pendekatan
ini lebih banyak menciptakan permintaan dan daya Tarik konsumen terhadap produk
yang ditawarkan.
·
Faktor-Faktor
dalam menentukan Bauran Pemasaran :
1. Kegiatan
yang berkaitan dengan Produk
Pembuatan suatu produk
bisa sangat sederhana atau bisa sangat kompleks dan sulit. Contohnya Standar
Kelayakan pada produk helm yang harus berlisensi Standar Nasional Indonesia
(SNI).
2. Keputusan
Penentuan Harga
Kebijakan Penentuan
harga harus diputuskan jauh sebelum produk tersebut dilucurkan. Tujuannya
adalah untuk mengetahui apakah perusahaan dapat mengeluarkan uang untuk produk
yang mereka gunakan.
3. Kegiatan
Distribusi
Kegiatan distribusi ini
sangat bervariasi, tergantung pada jenis produk, jenis industry, posisi pasar
dan lainnya. Perusahaan yang baru mulai akan sangat sulit memasarkan produknya
untuk dapat diterima oleh para agen penjualan atau para pengecer. Hal ini akan
menyebabkan besarnya biaya pemsaran dalam saluran distribusi.
4. Kegiatan
Promosi
Kegiatan Promosi harus
ditentukan secara strategis sehingga upaya dan biaya yang dikeluarkan dapat
sesuai dengan hasil yang diperoleh. Untuk produk berkaitan dengan pengetahuan
baru, misalnya peluncuran software baru,
memerlukan armada penjualan yang telah dilatih atau pembentukan tim pelatihan
untuk konsumen.
·
Menentukan
Anggaran
Anggaran
permasaran merupakan perkiraan berapa besar biaya yang harus dikeluarkan
sehubungan dengan perencanaan pemasaran maupun perencanaan periklanan, dan kita
harus memahami karakteristik anggaran yang harus dimiliki perusahaan, untuk
mengetahui secara detail dalam menyusun anggaran. Contoh :
1. Analasis
segment pasar, bagaimana caranya peningkatan biaya seiring dengan pendapatan
yang diharapakan, salah satunya dengan analisis segment pasar untuk menentukan
biaya apa saja yang harus ditekankan, salah satunya diskon bagi pembeli, dan
pemasaran.
2. Analisis
Trend Penjualan, Penyusunan Anggaran selain berkaitan dengan biaya, Anggaran
juga perlu untuk menentukan target marketing dan berapa banyak barang yang
harusnya diproduksi untuk memenuhi permintaan produk dan untuk meminimalisir
pembelian persediaan terlalu banyak. Contoh : Perusahaan Helm memanfaatkan
produksi besar-besar menjelang hari raya untuk menekan biaya tetap sehingga
dapat mengoptimalkan penjualan.
(4) Jelaskan seberapa
penting peranan budaya dalam pemasaran global? Dan bagaimana mengatasi
etnosentris dalam multikulturalisme pemasaran global!
Dalam Propektif pemasaran Global, Etnosentris dapat memberikan
pengaruh yang signifikan terhadap penyerapan produk dan jasa dari
luar.Perbedaan budaya di dalam pasar global menyebabkan usaha menjalin hubungan
menjadi penting sekali. Belajar dan menyesuaikan diri dengan berbagam cara
berbisnis membutuhkan waktu. Contoh : Stern Organization, perusahaan broker
investasi real-estate di New York yang telah menjual lebih dari dua juta kaki
persegi. Salah Seorang Broker Stern dapat bertemu dengan calon investor
sebanyak enam kali tanpa harus mempersentasikan property. Itu merupakan gaya
penjualan yang berjalan dengan baik, khususnya pada Orang Jepang.
Dalam mengatasi etnosentrisme atau kebiasaan setiap kelompok
untuk menganggap kebudayaan kelompoknya sebagai kebudayaan yang paling
baik. Salah satunya dengan meningkatkan Inovasi dan kualitas Produk di Pasar
Global agar Branding yang dibuat dapat bersaing dalam pasar
global, hal ini tidak lepas dari pengawasan pemerintah dalam mendukung
perusahaan UMKM agar dapat terus bersaing pada pasal global ini, seperti
Kemudahan dalam pengurusan Kredit dalam menunjang pendanaan kegiatan
operasional perusahaan.
![]() |
| http://www.pajak.go.id/content/article/menelusur-pajak-atas-transaksi-e-commerce |
Online
Marketing, Online Retail dan Classified Ads, terkait dengan pengenaan pajak
yaitu berkaitan dengan Kebijakan fiskal merujuk pada kebijakan yang dibuat
pemerintah untuk mengarahkan ekonomi suatu negara melalui pengeluaran dan
pendapatan (berupa pajak) pemerintah. instrumen utama
kebijakan fiskal adalah pengeluaran dan pajak. Perubahan tingkat dan komposisi
pajak dan pengeluaran pemerintah dapat memengaruhi variabel-variabel berikut:
a. Permintaan
agregat dan tingkat aktivitas ekonomi
b. Pola
persebaran sumber daya
c. Distribusi
pendapatan
Pemerintah
menjalankan kebijakan fiskal adalah dengan maksud untuk mempengaruhi jalannya
perekonomian atau dengan perkataan lain, dengan kebijakan fiskal pemerintah
berusaha mengarahkan jalannya perekonomian menuju keadaan yang diinginkannya.
Pelaku bisnis di bidang e-commerce mempunyai hak dan kewajiban yang sama dengan pelaku bisnis yang lain. Tidak ada perlakuan khusus atau pengenaan pajak baru terhadap transaksi e-commerce. Seperti di negara Jepang penegenaan pajak dapt berjalan efektif apabila terjalin kerjasama yang baik antara berbagai institusi baik pemerintah maupun swasta.
Jika kita melihat kesuksesan tim e-commerce PROTECT Jepang ada beberapa hal yang perlu digaris bawahi yaitu adanya supplay data dari pihak ketiga yang dapat dijadikan bank data untuk memonitor kepatuhan wajib pajak pelaku e-commerce. Data pihak ketiga ini sangat vital untuk melakukan penggalian potensi pajak. Hal ini juga sudah disadari oleh Ditjen Pajak tentang penting bank data dari wajib pajak.
Tetapi dalam implementasinya untuk memperoleh data dari pihak ketiga tidaklah mudah karena menyangkut kerahasian pihak-pihak tertentu. Padahal secara aturan jelas mewajibkan bagi pihak ketiga untuk memberikan data terkait transaksi atau kegiatan lain yang berguna bagi Ditjen Pajak dalam rangka mengamankan Penerimaan negara.
Selain itu dukungan teknologi informasi yang memadai sangat dibutuhkan Ditjen Pajak untuk menelusuri transaksi keuangan dari wajib pajak pelaku e-commerce, mengingat kesulitan dari transaksi ini adalah semua bukti dilakukan secara elektronik.
Tinjauan atas Pajak Penghasilan
Subjek
Pajak akan dikenakan pajak apabila menerima atau memperoleh penghasilan. Dasar
hukum Pajak Penghasilan adalah Undang-Undang No. 7 tahun 1984 tentang Pajak
Penghasilan (PPh) sebagaimana telah dirubah dengan UndangUndang Nomor 36 Tahun
2008. Undang-Undang ini mengatur pengenaan pajak terhadap subjek pajak
berkenaan dengan penghasilan yang diterima atau diperolehnya dalam tahun pajak
(Mardiasmo, 2011).
Mardiasmo
(2011), lebih lanjut, mengatakan bahwa terdapat tiga asas pemungutan pajak,
yaitu (1) asas domisili atau asas tempat tinggal, dimana negara berhak
mengenakan pajak atas seluruh penghasilan wajib pajak yang bertempat tinggal di
wilayahnya, baik penghasilan yang berasal dari dalam maupun luar negeri, dan
asas ini berlaku untuk wajib pajak dalam negeri; (2) asas sumber, dimana negara
berhak mengenakan pajak atas penghasilan yang bersumber di wilayahnya tanpa
memperhatikan tempat tinggal wajib pajak; (3) asas kebangsaan, dimana pengenaan
pajak dihubungkan dengan kebangsaan suatu negara.
Negara-negara
OECD telah sepakat bahwa pemungutan pajak penghasilan atas transaksi e-commerce
yang memiliki BUT akan menggunakan asas sumber, jika tidak memiliki BUT maka
akan digunakan asas domisili (Fletshcer, 2000).
Implikasi
pajak untuk e-commerce akan timbul apabila penyewa atas space di Internet
Service Provider atau penyedia jasa internet adalah perusahaan yang berdomisili
di luar negeri (Budilaksono, 2011). Hadirnya perusahaan luar negeri melalui
sebuah situs web menimbulkan pertanyaan apakah perusahaan tersebut merupakan
BUT. Sesuai dengan Pasal 2 ayat 5 UU PPh, kegiatan tersebut tidak menimbulkan
BUT. Apabila kegiatan tersebut memberikan jasa melalui website-nya, maka
perusahaan dapat dikenakan PPh Pasal 26, dengan asumsi bahwa perusahaan
tersebut tidak memiliki Perjanjian Pajak Berganda dengan Indonesia (P3B).
Apabila perusahaan memiliki sebuah server, lebih lanjut, maka server tersebut
akan menimbulkan BUT dengan syarat server tersebut memiliki lokasi yang tetap
dan pasti, sehingga dapat dikenakan Pajak Penghasilan (OECD, 2000 dalam
Budilaksono, 2011)
Tinjauan atas Pajak Pertambahan
Nilai
Pajak
Pertambahan Nilai (PPN) adalah pajak yang dikenakan terhadap penyerahan atas
impor Barang Kena Pajak atau Jasa Kena Pajak yang dilakukan oleh Pengusaha Kena
Pajak, dan dapat dikenakan berkali-kali setiap ada pertambahan nilai dan dapat
dikreditkan. Dasar hukum PPN adalah UndangUndang No. 8 Tahun 1983 Tentang Pajak
Pertambahan Nilai dan atau Penjualan atas Barang Mewah sebagaimana telah diubah
dengan Undang-Undang No. 42 Tahun 2009.
Seperti
yang tertera dalam Pasal 11 Ayat 1 Undang-Undang No. 8 Tahun 1983 sebagaimana
yang telah diubah dalam Undang-Undang No. 42 Tahun 2009, terutangnya pajak
terjadi pada saat (a) penyerahan Barang Kena Pajak; (b) impor Barang Kena
Pajak; (c) penyerahan Jasa Kena Pajak; (d) pemanfaatan Barang Kena Pajak Tidak
Berwujud dari Luar Daerah Pabean; (e) pemanfaatan Jasa Kena Pajak dari Luar
Daerah Pabean; (f) ekspor Barang Kena Pajak Berwujud; (g) ekspor Barang Kena
Pajak Tidak Berwujud; dan (h) ekspor Jasa Kena Pajak
Winardi
(2006) menyebutkan, sesuai dengan OECD Characterization, terdapat 28 jenis
transaksi e-commerce yang dapat dilakukan melalui website dan dikenakan Pajak
Pertambahan Nilai, di antaranya adalah (1) Proses order elektronik atas barang
tidak berwujud; (2) Pemesanan elektronik dan download atas produk digital; (3)
Pemesanan elektronik dan download atas produk digitaluntuk tujuan eksploitasi
komersial atas hak cipta; (4) Kegiatan update dan penambahan kelengkapan atas
suatu software; (5) Pemberian izin secara cumacuma untuk memanfaatkan suatu
software dalam jangka waktu tertentu; (6) Transaksi dimana pembeli mendapatkan
hak hanya sekali untuk memakai software atau produk digital lain; (7) Hak untuk
menempatkan software dan bantuan teknik; (8) Perjanjian dengan provider pemilik
hak cipta untuk mengakses suatu software; (9) Transaksi ASP; (10) Biaya lisensi
atas ASP; (11) Pemberian tempat pada server untuk ditempati website; (12)
Pemeliharaan software; (13) Jasa pemanfaatan space untuk menyimpan database
(14) Bantuan teknik yang dilakukan secara online; (15) Penyerahan informasi
kepada pelanggan; (16) Penyerahan produk dalam bentuk informasi beserta tambahan
analisis data pelanggan; (17) Transaksi pembayaran atas fee iklan yang muncul;
(18) Konsultasi jasa profesional; (19) Informasi teknis yang rahasia; (20)
informasi yang dikirim ke pelanggan; (21) Akses terhadap website tertentu; (22)
Penempatan katalog oleh merchant secara online; (23) Online auction; (24) Sales
referral program; (25) Transaksi pembelian konten; (26) Streaming berbasis
penyiaran; (27) Pembayaran yang dilakukan Content Provider kepada operator
website agar content-nya di-display pada website; dan (28) Langganan ke situs
web yang memungkinkan download produk digital
(6) Bagaimana cara atau strategi marketing untuk UMKM yang baru
berkembang ! (Penjelasan dengan contoh dan penerapan langsung atau dengan
memberitahukan strategi tsb pada bisnis real UMKM akan mendapat poin penuh!
Strategi Marketing bagi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang baru
berkembang diantaranya :
1.
Branding Strategy
Merek
yang melabeli sebuah produk dan sebagai wakil dari sesuatu yang dipasarkan
menjadi penanda bagi sebuah produk sekaligus pembeda dengan produk-produk
lainnya. Merek sendiri berfungsi sebagai value indicator yaitu menggambarkan
seberapa kokoh value atau nilai yang ditawarkan kepada pelanggan. Jadi,
merek menggambarkan nilai yang ditawarkan dan mempunyai peranan penting bagi
konsumen dalam menetapkan pilihannya.
2. Promosi
Promosi merupakan
strategi yang paling efektif dalam meningkatkan permintaan terhadap barang dan
atau jasa.Promosi akan berdampak positif bagi peningkatan omzet usaha terutama
bagi UMKM yang baru berkembang. Contoh Diskon Harga Jual pada event tertentu,
Menjadi Sponsor, Buy 1 Get 1,dan lainya
3. Iklan
Seiring Perkembangan zaman,
biaya pemasangan iklan semakin murah dan efektif dalam manjalin komunikasi
dengan konsumen. Salah satunya Media Sosial,kita dapat menginformasikan apa
saja yang akan kita jual dan dapat terintregasi dengan mudah dengan banyak
fitur-fitur yang disediakan pada berbagai media sosial bagaimana minat calon
konsumen terhadap. Contoh ; Instagram,Twitter, Blog, dan lainnya.
Berikut Contoh Penerapan Strategi Pemasaran pada UMKM :
Paramon Barbershop, Merupakan Usaha Jasa Cukur yang memulai usahanya pada awal tahun 2017 yang berlokasi pada jalan Ruko Buana Permai, Jl. Kyai H. Hasyim Ashari, Cipondoh, Tangerang City, Banten 15148, dan memiliki Jam Operasional :
Senin s/d Kamis Pukul 10.00 s/d 22.00, Khusus hari Juma't Pukul 14.00 s/d 22.00 dan untuk hari Sabtu & Mingu Pukul 10.00 s/d 22.00.
Strategi Pemasaran yang dilakukan Paramon Barbershop diantaranyaa :
- Promo Harga Khusus Jasa Cukur + Cuci Rambut
- Tema Pangkas Rambut Modern
- Penukaran 10 Voucher dengan Gratis 1 kali Pangkas Rambut
Berikut Profil Singkat Usaha Paramon Barbershop :
Strategi Pemasaran yang dilakukan Paramon Barbershop diantaranyaa :
- Promo Harga Khusus Jasa Cukur + Cuci Rambut
- Tema Pangkas Rambut Modern
- Penukaran 10 Voucher dengan Gratis 1 kali Pangkas Rambut
Berikut Profil Singkat Usaha Paramon Barbershop :
![]() |
| Lokasi Usaha |
![]() |
| Promo Harga Murah Jasa Cukur + Cuci Rambut |
![]() |
| Promosi 10 Voucher Gratis Jasa Cukur |
DAFTAR
PUSTAKA
Freddy
Rangkuti (2002), Creating Effective
Marketing Plan, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta
Link Akses Google Book
: https://books.google.co.id/books?id=goOQit6XzZwC&printsec=frontcover#v=onepage&q&f=false
Eviera Maharani Utomo , Transaksi
E-Commerce Sebagai Potensi Penerimaan Pajak Di Indonesia
Sumber Website:https://id.wikipedia.org/wiki/Kebijakan_fiskal
http://ejournal.unesa.ac.id/article/8927/57/article.pdf
http://gratisebook.id/chz_uploads/ba/bagaimana-perlakuan-pajak-dari-transaksi-e-commerce-di-2016-11-25-20-01-27.pdf
http://www.pajak.go.id/content/article/menelusur-pajak-atas-transaksi-e-commerce
https://communicationista.wordpress.com/2009/07/03/branding-strategy/
http://bisnisukm.com/cara-memasarkan-produk-baru-agar-cepat-laku.html
http://ahlimanajemenpemasaran.com/2013/08/strategi-pemasaran-sepeda-motor-honda/
http://www.pajak.go.id/content/article/menelusur-pajak-atas-transaksi-e-commerce
https://communicationista.wordpress.com/2009/07/03/branding-strategy/
http://bisnisukm.com/cara-memasarkan-produk-baru-agar-cepat-laku.html
http://ahlimanajemenpemasaran.com/2013/08/strategi-pemasaran-sepeda-motor-honda/
04/12/2016
Biaya BUT : yang tidak dan boleh dikurangkan (Repost)
Biaya BUT : yang tidak dan boleh dikurangkan Dalam menghitung penghasilan neto, BUT boleh mengurangkan biaya administrasi yang dikeluarkan oleh kantor pusat yang dibebankan kepada BUT. Biaya administrasi tersebut dapat dibebankan jika memenuhi persyaratan sesuai KEP-62/PJ/1995, yaitu:
1. Biaya administrasi yang dikeluarkan kantor pusat berkaitan dan dalam rangka untuk menunjang usaha atau kegiatan BUT yang bersangkutan untuk mendapatkan, menagih, dan memelihara (3M) penghasilan.
2. Biaya administrasi yang dikeluarkan kantor pusat setinggi-tingginya adalah sebanding dengan besaran peredaran usaha atau kegiatan BUT di Indonesia terhadap seluruh peredaran usaha atau kegiatan perusahaan di seluruh dunia.
3. BUT di Indonesia wajib menyampaikan laporan keuangan konsolidasi atau kombinasi dari kantor pusat yang meliputi seluruh usaha atau kegiatan perusahaan di seluruh dunia sebagai lampiran SPT PPh badan tahun pajak bersangkutan.
4. Laporan keuangan konsolidasi atau kombinasi harus sudah diaudit oleh akuntan publik dan mengungkapkan rincian peredaran usaha atau kegitan perusahaan serta jenis dan besaran biaya administrasi yang dibebankan pada masingmasing BUT di tiap Negara.
Selain beban administrasi yang dikeluarkan kantor pusat yang dibebankan kepada BUT, karena perlakuan perpajakan BUT dipersamakan dengan Wajib pajak dalam negeri (WP DN) maka biaya yang boleh dikurangkan WP DN sesuai pasal 6 UU PPh juga boleh dikurangkan dalam penghasilan bruto BUT. Sebaliknya biaya-biaya yang tidak boleh dikurangkan WP DN sesuai pasal 9 UU PPh juga tidak boleh dikurangkan dalam penghasilan bruto BUT. Disamping biaya tersebut bagi BUT ada biaya lain yang tidak boleh dikurangkan, yaitu biaya yang dibayarkan oleh BUT kepada kantor pusatnya sesuai pasal 5 ayat 3 UU PPh, antara lain:
1. Royalty atau imbalan lainya sehubungan dengan penggunaan harta, paten, atau hak-hak lainnya.
2. Imbalan sehubungan dengan jasa manajemen atau jasa lainnya.
3. Bunga, kecuali bunga yang berkenaan dengan usaha perbankan.
Sumber:
http://pajak-moell.blogspot.co.id/2012/11/biaya-but-boleh-dikurangkan.html
01/11/2016
Manajemen Pemasaran
Yusuf
Hilmi
8335155016
UTS Manajemen Pemasaran
==================================================================
UTS Manajemen Pemasaran
==================================================================
1.
Apakah
yang dimaksud pemasaran? Jelaskan beserta perubahan teori dan konsep pemasaran!
Jawab
:
·
Definisi
Pemasaran
Pemasaran
(marketing) adalah suatu aktivitas yang bertujuan mencapai sasaran perusahaan,
dilakukan dengan cara mengantisipasi kebutuhan pelanggan atau klien serta
mengarahkan aliran barang dan jasa yang memenuhi kebutuhan pelanggan atau klien
dari produsen.
·
Perubahan teori dalam pemasaran
Dari masa revolusi industri hingga tahun 1920-an,
kebanyakan perusahaan berada dala era produksi. Era produksi merupakan suatu
waktu ketika sebuah perusahaan berfokus pada produksi beberapa produk
spesifik.sekitar tahun 1930, kebanyakan perusahaan di negara-negara industri
barat telah memiliki kapabilitas produksi yang lebih besar dibandingkan
semebelumnya. Namun seiring peningkatan produksi yang semakin banyak, timbul
permasalahan kompetisi dan membangun ikatan kepada pelanggan. Masalah ini
membuat banyak perusahaan memasuki era penjualan.Era penjualan merupakan suatu
waktu ketika sebuah perusahaan lebih menekankan penjualan dikarenakan
meningkatnya kompetisi.
sejak tahun 1960, kebanyaka perusahaan telah membangun
cara pandang bidang pemasaran.Era Perusahaan Pemasaran adalah suatu waktu
ketika, selain membuat perencanaan jangka pendek, orang-orang pemasaran
menyusun rencana jangka panjang-terkadang lima tahun atau lebih ke depan dan
seluru upaya berdasarkan konsep pemasaran.
·
Konsep
Pemasaran
terdiri dari tiga dasar yang mencakup :
a. Kepuasan
Pelanggan memandu keseluruhan system
“berikan
pelanggan hal yang mereka butuhkan” tampaknya terlalu jelas hingga sulit bagi
kita untuk membayangkan mengapa konsep pemasaran membutuhkan perhatian khusus,
Namun, manusia tidak selalu melakukan hal yang logis, khususnya jika hal
tersebut berarti mengubah apa yang telah mereka lakukan sejak masa lalu.
b. Upaya
Total Perusahaan
Upaya
Total yang dilakukan perusahaan diantaranya: (1) Pengembangan produk baru,
namun banyak factor dapat memberi dampak terhadap keberhasilan upaya tersebut.(2)Basis
data pelanggan, merupakan variasi pendekatan pengelompokan didasari metode
hubungan pelanggan dengan manajemen (Customer
Relationship Management-CRM).perusahaan dapat menajamkan upaya pemasaran
melalui informasi dari suatu basis data pelanggan yang detail.(3) Distribusi
yang selektif kepada saluran anggota distributor yang agresif
c. Keuntungan-Bukan
Hanya Penjualan sebagai Sasaran
Seringkali dampak keuntungan signifikan dari hubungan
yang akrab antara pemasok dan perusahaan pelanggan.banyak perusahaan mengurangi
jumlah pemasok dengan siapa mereka bekerja dengan harapan yang lebih besar
sebagai ganti dari pemasok yang tersisa.hal tersebut merupakan dampak positif
kerjasama dalam bentuk kemitraan.
(jika belum bekerja tempatnya adalah di kampus)!
Saya merupakan karyawan yang bekerja di
salah satu perusahaan property terbesar di Indonesia, dan produk utama kami
yaitu menjual berbagai macam bentuk property, strategi pemasaran yang diterapkan
pada perusahaan saya bekerja, yaitu seperti dasar konsep pemasaran terkait
“Upaya Total Perusahaan”, perusahaan melakukan upaya yang maksimal dalam
memasarkan produknya dengan berbagai cara diantaranya :
a. Menjalin
hubungan baik dengan relasi-relasi marketing di bebagai wilayah untuk memaksimalkan
pemasarannya
b. Mengadakan
berbagai macam program jaminan terkait kualitas maupun investasi yang
menjanjikan kedepannya
c. Mengadakan
Program Komisi atas Penjualan baik untuk agent marketing maupun kepada pihak
konsumen yang mampu mendapatkan konsumen lain untuk membeli property yang kami
jual.
d. Menjalin
hubungan baik dengan mendata setiap pelanggan secara khusus.
3.
Apa
yang dimaksud dengan strategi pemasaran! Jelaskan bagaimana strategi pemasaran
motor Honda (Vario New) serta Buku Matematika terbitan Erlangga!
·
Definisi
Strategi Pemasaran
Strategi
pemasaran menyeluruh perusahaan tercermin dalam rencana strategi pemasaran
perusahaan (Corporate Marketing Plan) yang disusun. Rencana strategi pemasaran
perusahaan adalah suatu rencana pemasaran jangka panjang yang bersifat
menyeluruh dan strategis, yang merumuskan berbagai strategi dan program pokok
dibidang pemasaran perusahaan pada suatu jangka waktu tertentu dalam jangka
panjang dimasa depan.
Ciri
penting rencana strategis pemasaran perusahaan ini adalah sebagai berikut:
a. Titik-tolak
penyusunannya melihat perusahaan secara keseluruhan
b. Diusahakan
dampak kegiatan yang direncanakan bersifat menyeluruh
c. Dalam
penyusunannya diusahakan untuk memahami kekuatan yang mempengaruhi perkembangan
perusahaan
d. Jadual
waktu/timing yang ditentukan adalah yang sesuai dan mempertimbangkan
fleksibilitas dalam menghadapi perubahan, dan
e. Penyusunan
rencana dilakukan secara realistis dan relevan dengan lingkungan yang dihadapi.
·
Faktor-Faktor
yang Mempengaruhi Strategi Pemasaran Perusahaan
Adapun
faktor-faktor yang dapat mempengaruhi strategi pemasaran pada suatu perusahaan
adalah
1. Lingkungan mikro perusahaan Lingkungan mikro
perusahaan terdiri dari para pelaku dalam lingkungan yang langsung berkaitan
dengan perusahaan yang mempengaruhi kemampuannya untuk melayani pasar, yaitu:
(1)Perusahaan (2)Pemasok (Supplier) (3)Para Perantara Pemasaran (4)Para
Pelanggan (5)Para Pesaing (6)Masyarakat Umum
2.
Lingkungan Makro Lingkungan makro terdiri dari kekuatan-kekuatan yang bersifat
kemasyarakatan yang lebih besar dan mempengaruhi semua pelaku dalam lingkungan mikro
dalam perusahaan, yaitu:
(1)
Lingkungan Demografis/Kependudukan (2) Lingkungan Ekonomi (harga barang)(3)
Lingkungan Fisik (Lingkungan fisik menunjukkan kelangkaan bahan mentah tertentu
yang dibutuhkan oleh perusahaan) (4) Lingkungan Teknologi (Media Sosial) (5)
Lingkungan sosial/budaya Lingkungan.
·
Strategi
Pemasaran Motor Vario (New)
Strategi
pemasaran yang dilakuakan perusahaan Honda dalam strategi pemasaran produk Vario
New/ Honda Vario 150 Cc dengan “Pengembangan Produk”, yaitu dengan
menambahkan beberapa keunggulan produk dibandingkan produk terdahulunya
diantaranya :
1. Vario 150 menggunakan dimensi
panjang 1.921 milimeter, lebar 683 mm, dan tinggi 1.096 mm dengan kapasitas
tangki bensin dan bobot kosong 109 kilogram.Vario 150 menggunakan ban jenis
tubeless berukuran 80/90-R14 di bagian depan dan 90/90-R14 di bagian belakang.
2. Mesin 150 cc yang digunakan Vario
150 cukup responsif. Tenaga sebesar 9,3 kW pada 8.500 RPM dan torsi 12,8 Nm
pada 5.000 RPM yang dimiliki mesin tersebut sehingga terasa sangat bertenaga
pada putaran bawahnya.
3. Lampu depan menggunakan model Dual
Keen Eyes LED yang memiliki intensitas cahaya lebih terang, pemakaian daya
listrik yang lebih hemat serta memilliki daya tahan lebih lama.
4. Dilengkapi
fitur Answer Back System, serta fitur-fitur ciri khas skutik (scooter matic)
Honda seperti standar samping otomatis (Side Stand Switch), Brake Lock, dan
pengaman kunci bermagnet (Magnetic Key Shutter). Ruang penyimpanan bawah jok
memiliki kapasitas 18 liter yang mampu menyimpan helm full face.
·
Strategi Pemasaran Buku Matematika
Erlangga
Sama
halnya dengan strategi pemasaran yang dilakukan Honda dalam menentukan Strategi
pemasaran yang baik dengan “Pengembangan Produk”, begitu juga
dengan Buku-buku terbitan penerbit Erlangga, Penerbit Erlangga menentukan
strategi pemasaran produknya dengan memasarkan bukunya berbasis online dengan
mengikuti perkembangan dunia maya yang semakin baik, calon pembeli dapat
mengakses website buku yang diminati melalui situs http://www.bukuerlangga.com
, dan pengembangan produk yang
dilakukan oleh penerbit erlangga dengan menerbitkan Buku-Buku khususnya
matematika dengan mengikuti pendekatan Kurikulum-Kurikulum yang ditentukan
Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), seperti buku terbitan Kurikulum Tingkat Satuan
Pendidikan
(KTSP)
atau kurikulum 2006 dan mengembangkan produknya dengan Buku terbitan Kurikulum
2013.
4.
Jelaskan
pengertian lingkungan pemasaran! Coba Anda paparkan strategi yang digunakan
pabrik rokok dalam lingkungan pemasaran dimana mereka menjelaskan produk rokok
tidak berbahaya?
·
Definisi Lingkungan Pemasaran
Lingkungan Pemasaran suatu Perusahaan dirumuskan Terdiri dari para pelaku dan kekuatan-kekuatan yang berasal dari fungsi manajemen pemasaran perusahaan yang mempengaruhi kemampuan manajemen pemasaran untuk mengembangkan dan mempertahankan transaksi yang sukses dengan para pelanggan sasarannya.
Lingkungan
Pemasaran dibedakan :
1. Lingkungan
Mikro, terdiri dari para pelaku dalam lingkungan yang langsung berkaitan dengan
perusahaan yang mempengaruhi kemampuannya untuk melayani pasar, yaitu, Perusahaan,
Pelanggan, Pensuplai bahan baku, Pesaing, Para perantara, Anggota masyarakat.
2. Lingkungan
Makro, terdiri dari kekuatan-kekuatan yang bersifat kemasyarakatan yang lebih
besar dan yang mempengaruhi semua pelaku dalam lingkungan mikro perusahaan,yaitu, Kependudukan (Demografi), teknologi (Media Sosial),
Ekonomi (Fluktuasi Tingkat Inflasi dan pengaruhnya pada bahan baku), Politik
dan hukum, Fisik (Bentuk Produk), Sosial/budaya (Trend).
·
Strategi
Pabrik Rokok dalam Lingkungan Pemasaran
Pada
Lingkungan Pemasaran Makro salah satu pengaruh ada sebuah permintaan yaitu Kekuatan,
Sosial Budaya, atau trend yang terjadi dimasyarakat yang membuat ketertarikan pelanggan
terhadap rokok menjadi semakin meningkat. Jika dikolerasikan apakah Pabrik
Rokok memasarkan dan menerangkan rokok itu berbahaya atau tidak, sebenernya
sesuai dengan kebijakan pemerintah hal tersebut sudah dilakukan, Namun dalam
pemasaran produknya tidak secara eksplisit Perusahaan menerangkan bahwa produknya
berbahaya bagi kesehatan. Jika dilihat dari Undang-Undang Pasal 32 undang-undang
RI Nomor & Tahun 1996 Tentang Pangan yaitu:
1)
Setiap
Label dan atau Iklan tentang pangan yang diperdagangkan harus memuat keterangan
mengenai pangan dengan benar dan tidak menyesatkan
2)
Setiap
Orang dilarang memberikan keterangan atau pernyataan tentang pangan yang
diperdagangkan melali dalam dan atau dengan label atau iklan apabila keterangan
atau pernyataan tersebut tidak benar dan atau menyesatkan
Berdasarkan Undang-undang diatas Perusahaan-Perusahaan
rokok dengan benar menerangkan setiap kandungan yang ada didalamnya di produk
yang akan dijual, hal ini juga diatur berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 19
Tahun 2003 Tentang Pengamanan
Rokok Bagi Kesehatan Pada Pasal 6 Mengenai Keterangan Pada Label :
(1) Setiap orang yang memproduksi rokok wajib
mencantumkan informasi tentang kandungan kadar nikotin dan tar setiap batang
rokok, pada label dengan penempatan yang jelas dan mudah dibaca.
(2) Pencantuman informasi tentang kandungan kadar
nikotin dan tar sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) ditempatkan pada salah satu sisi kecil setiap kemasan
rokok, dibuat kotak dengan garis pinggir 1 (satu) mm, warna kontras antara
warna dasar dan tulisan, ukuran tulisan sekurang-kurangnya 3 (tiga) mm,
sehingga dapat jelas dibaca.
Berdasarkan peraturan-peraturan yang
dikeluarkan pemerintah dan penerapan yang dilakukan perusahaan rokok, penulis
menyimpulkan Lingkungan Pemasaran pada perusahaan Rokok terletak pada aspek “social”
dan ditambah dengan zat addictive
yang ada didalamnya yang membuat peruhasaan rokok dapat memasarkan produknya,
karena berdasarkan kebijakan pemerintah penulis melihat bahwa berbagai
perusahaan rokok menerapkan standar produk sesuai dengan peraturan-peraturan
yang berlaku, terkait keterangan usia dan atau kondisi kesehatan bagi ibu hamil
dalam larangan mengkonsumsi produk rokok tersebut, hal ini kembali lagi dari
sudut pandang bagaimana setiap calon pembeli menilai produk rokok tersebut
sebagai sebuah kebutuhan atau hanya sekedar refleksi dari aspek social seperti
pergaulan, regulasi stress dan lainnya.
5.
Jelaskan
yang dimaksud Perilaku Konsumen beserta pengaruhnya terhadap pemasaran! Jika
Anda sebagai manajer pemasaran lini bawah PT Coca Cola, bagaimana Anda
mengambil keputusan dalam hal membaca perilaku konsumen di tahun 2016!
·
Definisi
Perilaku Konsumen
Menurut Engel, Blackwell dan Miniard (1990), Perilaku konsumen merupakan tindakan–tindakan
yang terlibat secara langsung dalam memperoleh, mengkonsumsi, dan membuang
suatu produk atau jasa, termasuk proses keputusan yang mendahului dan mengikuti
tindakan – tindakan tersebut.
Sedangkan The American Marketing Association
mendefinisikan perilaku konsumen
sebagai interaksi dinamis dari pengaruh dan kesadaran, perilaku, dan lingkungan
dimana manusia melakukan pertukaran aspek hidupnya. Dalam kata lain perilaku
konsumen mengikutkan pikiran dan perasaan yang dialami manusia dan aksi yang
dilakukan saat proses konsumsi (Peter & Olson, 2005).
·
Pengaruh
Perilaku Konsumen terhadap Pemasaran
Tiga Faktor Yang
Mempengaruhi Pilihan Konsumen
1) Konsumen
Individu Pilihan merek dipengaruhi oleh
; (1). Kebutuhan konsumen, (2). Persepsi atas karakteristik merek, dan (3). Sikap kearah pilihan. Sebagai tambahan,
pilihan merek dipengaruhi oleh demografi konsumen, gaya hidup, dan
karakteristik personalia.
2) Pengaruh
Lingkungan Lingkungan pembelian konsumen
ditunjukkan oleh (1). Budaya (Norma kemasyarakatan, pengaruh kedaerahan atau
kesukuan), (2). Kelas sosial (keluasan grup sosial ekonomi atas harta milik
konsumen), (3). Grup tata muka (teman, anggota keluarga, dan grup referensi)
dan (4). Faktor menentukan yang situasional ( situasi dimana produk dibeli
seperti keluarga yang menggunakan mobil dan kalangan usaha).
3) Marketing
strategy Merupakan variabel dimana
pemasar mengendalikan usahanya dalam memberitahu dan mempengaruhi konsumen.
Variabel-variabelnya adalah (1). Barang, (2). Harga, (3). Periklanan dan (4).
Distribusi yang mendorong konsumen dalam proses pengambilan keputusan. Pemasar
harus mengumpulkan informasi dari konsumen untuk evaluasi kesempatan utama
pemasaran dalam pengembangan pemasaran.
Ketika konsumen telah mengambil keputusan
kemudian evaluasi pembelian masa lalu, digambarkan sebagai umpan balik kepada
konsumen individu. Selama evaluasi, konsumen akan belajar dari pengalaman dan
pola pengumpulan informasi mungkin berubah, evaluasi merek, dan pemilihan
merek. Pengalaman konsumsi secara langsung akan berpengaruh apakah konsumen
akan membeli merek yang sama lagi.
·
Analisis
Perilaku Konsumen Jika Penulis Sebagai Manajer Pemasaran PT Coca-Cola
Jika
Penulis diposisikan sebagai Manajer Pemasaran PT Coca-Cola, Penulis akan
menganalisa perilaku konsumen berdasarkan dari factor lingkungan dari setiap wilayah
yang ingin dipasarkan, karena setiap wilayah memiliki trend permintaan yang
berbeda, dan menentukan posisi penekanan pemasaran per wilayah berdasarkan
historis data penjualan agar target penjualan terkait produk yang dipasarkan
tercapai.
6.
Apakah
yang dimaksud dengan penjualan produk secara B2B dan B2C, jelaskan dengan
contohnya dalam kehidupan atau lingkungan Anda!
Business
to business atau B2B adalah transaksi yang
dilakukan secara elektronik maupun fisik dan terjadi antara entitas bisnis satu ke bisnis
lainnya.atau B2B dapat digambarkan bagaimana proses perusahaan
yang mengolah barang mentah ke perusahaan distributor.Kebalikan dari B2B, business
to customer atau B2C adalah bisnis yang melakukan pelayanan atau penjualan
barang atau jasa kepada konsumen perorangan atau grup secara langsung. Dengan
kata lain, bisnis yang Anda lakukan berhubungan langsung dengan konsumen bukan
perusahaan atau bisnis lainnya.
Contoh B2B dan B2C, yaitu :
·
Business to business (B2B )
Perusahaan
Handphone Brand Luar seperti Apple, Samsung, Xiaomi dan lainya melakukan
transaksi dengan distributor Indonesia seperti PT. Teletama
Artha Mandiri, atau lebih dikenal oleh konsumen
Handphone dengan garansi TAM.
·
Business to customer (B2C)
Proses
transaksi Perusahaan Distributor langsung ke tangan konsumen, seperti transaksi
penjualan yang dilakukan Perusahaan TAM kepada konsumen,
7.
Bagaimana
tahapan pemasaran dan penetapan produk baru yang ideal? Jelaskan dengan contoh
ketika Anda ingin memasarkan produk Pizza di economart / econoidot !
·
Lima
Tahapan
Utama
dalam Riset
Pemasaran
a.
Merumuskan Tujuan Riset
Perumusan
tujuan riset sangat berkaitan dengan masalah atau peluang pemasaran. Contoh
sederhana, seseorang yang sedang kesulitan keuangan untuk modal akan
menumbuhkan peluang bagi orang yang ingin menanam modal.
Untuk
mengeksplorasi masalah pemasaran yang menjadi objek riset, ada lima teknik
eksplorasi yang dapat membantu, yakni:
1. Brainstorming
2. Ease
Study
3. Experience
Interview
4. Fishbone
Technique
5.
Why-why Question
b. Penentuan Desain Riset
Menurut
Parasuraman, Aaker, W. Emory dan D. Cooper, serta Maholtra desain riset
pemasaran terbagi tiga jenis yakni :
1) Exploratory
research design, melalui desain riset ini diharapkan kasus pemasaran yang
(akan) dihadapi tersebut dapat didefinisikan atau dijelaskan lebih spesifik.
2) Descriptive
research design, bertujuan untuk memahami gambaran atau deskripsi kasus
pemasaran secara mendetail, yang dapat mengacu pada jenis pertanyaan 5W+1H.
3) Cause
effect research design, bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan sebab-akibat
dari variabel-variabel kasus pemasaran.
c. Pengumpulan Data
1) Untuk
metode riset kualitatif,pengumpulan informasi dapat menggunakan FGD, in
depth interview, projective technique, atau desk research.
2) Untuk
metode riset kuantitatif, pengumpulan data umumnya dilakukan perusahaan riset
melalui wawancara tatap muka, telepon, surat, atau Internet.
d. Analisis Data
Beberapa
visualisasi diagram pemasaran untuk analisis data dan laporan riset pemasaran
berdasarkan laporan data historis penjualan sebelumnya,dalam menetukan tingkat
produk yang ingin dipasarkan
e. Laporan Akhir Hasil Riset
1) Menurut
Wong Toon Quee (1999), tujuan utama dari laporan akhir riset pemasaran adalah
menyampaikan hasil riset dan kesimpulan yang diperoleh, serta rekomendasi jika
diperlukan dengan cara yang jelas dan ringkas.
2) Bagi
kalangan praktisi, laporan riset dapat dibuat dengan pendekatan laporan lengkap
standar atau populer.
3) Sedangkan
bagi kalangan akademisi, laporan riset umumnya sudah memiliki format standar.
·
Analisa
Pemasaran produk Pizza di Economart / Econodot di Kampus
Jika penulis
ingin memasarkan Produk Pizza di Economart atau Econodot Penulis akan mencoba
menganalisa Produk yang akan dijual berdasarkan lima tahapan diatas, dan
menentukan segmentasi dan target penjualan berdasarkan rata-rata produk dengan
range harga yang sama, dan menentukan harga jual berdasarkan penyesuaian produk
bauran/ukuran dan topping untuk
menekan biaya produksi.
8.
Jelaskan
kasus pemasaran yang pernah anda ketahui di tahun 2016 !
Kasus yang penulis ketahui di tahun 2016
yaitu produk Samsung Galaxy Note 7 yang ditarik kembali secara global dan
Perusahaan Samsung berhenti memasarkan produknya karena kasus ponsel pintar
tersebut yang memiliki permasalahan pada indicator baterai sehingga berpotensi
membahayakan konsemun.
Dari kasus diatas dapat terlihat bagaimana
bentuk pelayanan dan tanggungjawab perusahaan terkait perlayanan terhadap
konsumen untuk tetap mempertahankan hubungan baik dengan pelanggan, baik
mengenai berita baik maupun berita buruk walaupun berdampak pada penjualan,
namun dari sisi pemasaran langkah yang diambil merupakan langkah yang baik
untuk mempertahankan hubungan yang baik kepada pelanggan yang setia dan percaya
pada produk Samsung.
DAFTAR PUSTAKA
Pemasaran
Dasar Pendekatan Manajerial Global, Buku 1, Edisi 16, Salemba Empat.
Arlina Nurbaity Lubis, 2004, Strategi Pemasaran Dalam Persaingan BisnisAcceses link Google Books :
Subscribe to:
Comments (Atom)





